Nunukan, Borneoupdate.com – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (UID Kaltimra) terus memperkuat komitmennya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui pengembangan kapasitas Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Melalui Rumah BUMN Nunukan, PLN menyelenggarakan Pelatihan dan Bimbingan Teknis Ekspor Impor serta Pengembangan Produk Lokal ke Pasar Global yang diikuti oleh 25 pelaku UMKM binaan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan PLN untuk meningkatkan daya saing UMKM agar mampu memanfaatkan peluang pasar internasional. Pelatihan menghadirkan narasumber dari Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUKMPP) Kabupaten Nunukan, Saparuddin, yang membagikan pengetahuan seputar prosedur ekspor, persyaratan perdagangan internasional, pemetaan peluang pasar luar negeri, hingga strategi mempersiapkan produk agar memenuhi standar pasar global.
Koordinator Rumah BUMN Nunukan, Dian Ningrum, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan salah satu bentuk pendampingan yang diberikan secara konsisten kepada para pelaku usaha agar mampu berkembang secara berkelanjutan.
“Saat ini Rumah BUMN Nunukan telah membina sebanyak 394 UMKM di Kabupaten Nunukan. Kami ingin para pelaku usaha tidak hanya mampu berkembang di pasar lokal maupun nasional, tetapi juga memiliki kesiapan untuk menembus pasar internasional. Melalui pelatihan ini, kami berharap UMKM semakin memahami proses ekspor, mampu meningkatkan kualitas produk, dan lebih percaya diri dalam memanfaatkan peluang bisnis global,” ujar Dian.
Salah satu peserta, Nuralam, pemilik UKM 9999, mengaku memperoleh banyak wawasan baru yang dapat menjadi bekal dalam mengembangkan usahanya.
“Pelatihan ini memberikan pemahaman yang lebih jelas mengenai tahapan ekspor, terutama bagaimana mempersiapkan produk ketika ada permintaan dari buyer luar negeri, khususnya Malaysia. Materi yang disampaikan sangat aplikatif dan membuka optimisme bagi kami untuk memperluas pasar,” ungkap Nuralam.
General Manager PLN UID Kaltimra, Muchamad Chaliq Fadli, menegaskan bahwa PLN tidak hanya berperan sebagai penyedia layanan kelistrikan yang andal, tetapi juga sebagai katalisator pembangunan ekonomi melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat.
“PLN percaya bahwa UMKM merupakan salah satu pilar penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Karena itu, melalui Rumah BUMN kami terus menghadirkan program pembinaan yang relevan dengan kebutuhan pelaku usaha, mulai dari peningkatan kualitas produk, penguatan kapasitas bisnis, hingga perluasan akses pasar, termasuk pasar ekspor. Kami berharap semakin banyak UMKM Nunukan yang mampu bersaing di tingkat internasional sehingga dapat meningkatkan nilai tambah produk lokal sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat,” tutur Chaliq.
Sebagai wilayah perbatasan yang memiliki kedekatan geografis dengan pasar internasional, Nunukan memiliki potensi besar untuk mengembangkan produk-produk unggulan daerah ke pasar global. Melalui pendampingan yang berkesinambungan, PLN optimistis UMKM binaan akan semakin adaptif terhadap dinamika perdagangan internasional, mampu memenuhi standar kualitas global, serta menciptakan peluang usaha yang lebih luas.
PLN UID Kaltimra akan terus memperkuat peran Rumah BUMN sebagai pusat pengembangan kapasitas UMKM melalui berbagai program pelatihan, pendampingan, digitalisasi usaha, hingga perluasan jejaring pemasaran. Langkah ini sejalan dengan komitmen PLN dalam mendukung pembangunan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (*)
















Discussion about this post