Balikpapan, Borneoupdate.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan masih menunggu informasi resmi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud RI) tentang kelanjutan bantuan kuota data internet bagi siswa dan tenaga pendidik. Informasi sementara pihak pusat akan kembali melanjutkan program bantuan kuota data internet untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar secara daring mulai Maret 2021 ini.
“Kami masih tunggu informasi resminya. Memang ada statement dari pak menteri (Mendikbud) yang mengatakan bahwa akan ada kuota internet itu mulai bulan Maret, April dan Mei,” kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan Muhaimin, Rabu (03/03).
Muhaimin mengatakan pihaknya hingga saat ini masih menunggu informasi resmi dari Kemendikbud terkait kepastian rencana penyaluran kuota kuota data internet bagi siswa dan tenaga pendidik ini. Rencananya subsidi kuota hanya berlaku selama tiga bulan sebelum target pembukaan kegiatan sekolah secara tatap muka berlangsung.
“Kuota itu disiapkan untuk Maret, April dan Mei karena harapannya adalah kita di bulan Juli itu sudah masuk dalam tahapan belajar secara tatap muka, sedangkan Juni itu kan libur sekolah,” tuturnya.
Menurut Muhaimin dalam anggaran dana BOS reguler, pihaknya sudah menyiapkan alokasi pemberian subsidi kuota internet bagi peserta didik dan tenaga kependidikan yang mengikuti kegiatan belajar mengajar secara daring. Namun hal itu masih ditunda setelah ada statement dari Mendikbud terkait rencana pemberian kuota internet dari pusat untuk mencegah adanya duplikasi anggaran.
“Kita masih lihat dulu berapa kuota yang akan diberikan karena pengalaman dari tahun sebelumnya itu diberikan sekitar 35 gb terdiri dari 5 gb kuota bebas dan 30 gb kuota belajar. Padahal ada mata pelajaran yang bahannya harus dari internet,” jelasnya.
Muhaimin menambahkan dari pengalaman di tahun 2020 lalu, di awal pandemi Covid-19, pihaknya sempat mengalokasi anggaran untuk membiayai subsidi kuota internet melalui anggaran hasil refocusing dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Namun untuk selanjutnya, subsidi kuota internet telah dialokasikan melalui bantuan dari Pemerintah Pusat, dan yang terakhir dialokasikan dari bantuan Pemerintah Provinsi.
“Memang untuk di awal ketika terjadi pandemi kita sempat memberikan bantuan subsidi kuota kepada siswa dari dana BOS namun untuk selanjutnya kita lanjutkan dengan menggunakan bantuan yang telah diberikan oleh pemerintah pusat. Kemudian untuk di akhir tahun ada lagi bantuan kuota dari provinsi,” tambahnya. (FAD)
















Discussion about this post