Balikpapan, Borneoupdate.com – Persetujuan dari Kementerian Dalam Negeri kepada Pemerintah Kota Balikpapan untuk melakukan refocusing anggaran percepatan penanganan Covid-19 akan segera direalisasikan. Salah satu rencana pemerintah setempat yakni kembali melanjutkan program jaring pengaman sosial (bansos) bagi warga yang terkena dampak sosial penyebaran Covid-19 di tahun ini.
Saat ini rencana itu masih menunggu petunjuk teknis resmi dari Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia yang telah menyetujui bagi pemerintah daerah untuk melakukan refocusing anggaran dalam APBD Kota tahun 2021 ini. Kebijakan itu dilakukan untuk menindaklanjuti peningkatan jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 yang meningkat secara signifikan di awal tahun 2021.
“Kami mulai siapkan sejumlah program. Salah satunya akan mempertimbangkan untuk melanjutkan kembali program jaring pengaman sosial pada tahun 2021 ini,” ujar Walikota Balikpapan, Rizal Effendi, kepada wartawan, Selasa (02/02).
Di tahun lalu, lanjut Rizal, Pemerintah Kota Balikpapan telah mengalokasikan dana bansos Covid-19 bagi warga terdampak dengan anggaran mencapai Rp 40 miliar dari hasil refocusing APBD 2020. Saat ini masing-masing kepala keluarga menerima bantuan sebesar Rp 750 ribu untuk tiga bulan dengan rincian Rp 250 ribu per bulan.
Sementara di tahun 2021, bantuan yang diberikan untuk meringankan beban masyarakat yang terkena dampak ekonomi akibat penyebaran virus corona itu ditiadakan. Karena pemerintah bersama DPRD memperkirakan penyebarannya sudah mereda sehingga anggaran yang tersedia bisa difokuskan untuk recovery ekonomi pasca pandemi.
“Untuk untuk sosialnya kan sudah kita tiadakan tahun ini. Karena perkiraan pandemi sudah mereda. Tapi kita akan mempertimbangkan untuk kita adakan lagi dengan adanya refocusing ini,” ujarnya.
Rizal menjelaskan pihaknya saat ini masih menunggu petunjuk teknis untuk pelaksanaan refocusing anggaran untuk penanganan Covid-19 dari APBD Kota Balikpapan tahun 2021 ini. Mengingat kelanjutan pemberian bantuan sosial tersebut akan menyesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah yang dimiliki. Karena dampak akibat pandemi Covid-19 ini cukup berpengaruh terhadap kondisi perekonomian warga di Balikpapan.
“Hal tersebut kita sudah sampaikan ke Mendagri dan pada dasarnya Mendagri setuju untuk dilakukan refocusing, kita tunggu petunjuk teknisnya,” tambahnya. (FAD)
















Discussion about this post