
Balikpapan, Borneoupdate.com – Sidang paripurna HUT Kota Balikpapan ke-124 dilaksanakan dengan mengikuti protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19. Dalam kegiatan yang dipusatkan di kantor Walikota Balikpapan ini, jumlah peserta yang hadir tidak lebih dari 100 orang. Terdiri dari DPRD, OPD, perwakilan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan media massa secara terbatas.
Saat membuka sidang paripurna, Ketua DPRD Kota Balikpapan, Abdulloh mengatakan ada hal yang berbeda dalam peringatan HUT di tahun ini. Mengingat kota minyak bahkan seluruh daerah di Indonesia masih dalam kondisi pandemi Covid-19 yang masuk ke Balikpapan sejak Maret 2020.
“Kita tentu merasakan perbedaan dengan situasi normal sebelumnya. Jadi semua serba terbatas serba virtual tapi tidak mengurangi khidmat peringatannya dengan tetap memakai protokol kesehatan,” ujarnya di hadapan peserta sidang paripurna, Senin (08/02).
Tahun ini lanjut Abdulloh, peringatan HUT Kota Balikpapan ke-124 mengusung tema “Melawan Covid-19 memulihkan ekonomi menuju Balikpapan yang berkelanjutan.” Dimana tema tersebut diharapkan mampu menjadi semangat bagi pemerintah dan juga masyarakat dalam menghadapi kondisi penyebaran virus Covid-19 yang berdampak pada semua sektor kehidupan.
“Tema ini diusung sebagai ikhtiar pemerintah mengajak seluruh elemen masyarakat melawan Covid-19. Karena dampaknya telah mempengaruhi sendi-sendi kehidupan masyarakat seperti hilangnya nyawa dan terpuruk kehidupan ekonomi,” tuturnya.
Untuk itu menurut Abdullah pihaknya meminta seluruh warga bisa mendukung kebijakan pemerintah di masa pandemi Covid-19 seperti saat ini. Terutama soal pembatasan kegiatan ekonomi dan sosial sebagai upaya menekan angka penyebaran Covid-19 di Balikpapan yang masih tergolong tinggi. Apalagi kenaikan penyebaran Covid-19 yang masih fluktuatif telah menempatkan Kota Balikpapan tergolong zona beresiko tinggi nomor 2 di Kaltim setelah Kota Bontang.
“Hal ini memaksa pemerintah mengambil sikap dan kebijakan yang agresif dan terukur yakni kebijakan yang dibuat secara umum membatasi pergerakan masyarakat. Makanya keseharian kita nyaris berubah signifikan menjadi kenormalan baru,” tambahnya. (FAD)




















Discussion about this post