Balikpapan, Borneoupdate.com – Komisi II DPRD Kota Balikpapan menyoroti kesenjangan lebar antara rencana pembangunan pasar tradisional dengan realisasi di lapangan. Pihak publik selama ini hanya menerima janji tanpa langkah konkret yang jelas. Akibatnya kondisi pasar tradisional sama sekali belum tersentuh perbaikan. Baik dari sisi bangunan fisik maupun manajemen pengelolaan.
Sekretaris Komisi II DPRD Kota Balikpapan, Taufik Qul Rahman menilai pemerintah kota perlu mengubah cara kerja dalam menangani sektor ekonomi kerakyatan. Ia melihat banyak program pengembangan pasar yang berhenti pada tahap perencanaan. Padahal, para pedagang sangat menantikan perbaikan fasilitas untuk meningkatkan daya saing mereka.
“Kami melihat ada jarak yang sangat jauh antara narasi pembangunan yang disampaikan kepada publik dengan kenyataan di pasar-pasar kita. Masyarakat sebenarnya bosan mendengar janji pengembangan,” ujarnya, Rabu (06/05).
Taufik mengatakan pengembangan pasar bukan sekadar urusan fisik bangunan. Ia menginginkan adanya ekosistem yang menghidupkan ekonomi para pedagang kecil. Di mana pemerintah harus hadir dengan solusi nyata untuk mengatasi persoalan sarana dan prasarana yang kian tertinggal.
Di sisi lain, lanjut Taufik, ketimpangan ini berdampak langsung pada kesejahteraan pedagang. Fasilitas yang tidak memadai membuat pengunjung enggan berbelanja ke pasar tradisional. Jika kondisi ini terus berlanjut, pasar tradisional akan semakin tenggelam oleh pusat perbelanjaan modern.
“Janji-janji pengembangan seharusnya diikuti dengan tindakan nyata. Kami di DPRD ingin melihat manfaat itu benar-benar dirasakan oleh Masyarakat. Khususnya para pedagang pasar. Tapi memang eksekusi anggaran ada di pemerintah,” lanjutnya.
Menurut Taufik Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait harus lebih serius mengeksekusi anggaran. Dirinya tidak ingin melihat adanya sisa anggaran yang besar sementara kondisi pasar masih semrawut. Baginya, penyerapan anggaran yang tepat sasaran mencerminkan keberpihakan pemerintah kepada rakyat kecil.
Komisi II, tambahnya, sudah sering melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah pasar. Langkah ini bertujuan untuk memetakan masalah utama yang menghambat proses revitalisasi. Hasil temuan di lapangan menjadi bahan evaluasi dalam rapat dengar pendapat bersama pemerintah. Tinggal pihak pemerintah membuat realisasi atas perbaikan pasar tradisional. (san)
















Discussion about this post