Balikpapan, Borneoupdate.com – Sambil menunggu masuknya peredaran vaksin Covid-19 ke Balikpapan sebagai pintu masuk Provinsi Kaltim, Dinas Kesehatan Kota Balikpapan menggelar kegiatan simulasi di beberapa Puskesmas yang ada di Kota Balikpapan. Pelaksanaan simulasi dimaksudkan mempermudah pelaksanaan pemberian vaksin bagi masyarakat yang dijadwalkan pada tahun 2021 mendatang.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan Andi Sri Juliarti mengatakan kegiatan simulasi ini merupakan tindak lanjut rencana vaksinasi kepada sekitar 150 ribu warga di Balikpapan. Jumlah tersebut merupakan target yang ingin dicapai dalam realisasi vaksin tahap awal meski masih menunggu persetujuan dari pemerintah pusat.
“Persiapan pelaksanaan simulasi vaksinasi di sejumlah Puskesmas saat ini tengah berjalan. Kegiatan simulasi ini merupakan persiapan yang dilakukan untuk menindaklanjuti rencana vaksinasi Covid-19 kepada sekitar 150 ribu warga Kota Balikpapan,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (23/12).
Wanita yang akrab disapa Dio ini memastikan untuk pelaksanaan simulasi vaksin Covid-19 cukup banyak persiapan yang harus dilakukan. Terutama penerapan protokol kesehatan bagi para warga penerima vaksin. Termasuk kesiapan ruangan yang ada di puskesmas yang tidak terlalu besar.
“Memang banyak yang harus dipersiapkan diantaranya dengan menggunakan 4 meja dengan jarak 2 meter sehingga akan menyulitkan bagi Puskesmas yang memiliki ruangan yang tidak besar,” jelasnya.
Menurut Dio, bagi Puskesmas yang tidak memiliki fasilitas ruang yang besar diminta untuk membuat denah apabila pelaksanaan simulasi vaksinasi dilaksanakan di luar yang ruangan. Hal ini dilakukan untuk memenuhi standar protokol kesehatan, dalam upaya penyebaran Covid-19 di masyarakat.
“Kami minta bagi Puskesmas yang tidak memiliki ruang yang besar, untuk berinisiatif membuat layout bagaimana kalau pelaksanaan vaksinasi tersebut dilakukan di luar ruangan,” jelasnya.
Dio menjelaskan bahwa pelaksanaan simulasi yang dilakukan di tiap-tiap Puskesmas akan didokumentasikan dalam bentuk video, yang kemudian akan dikirimkan ke Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur. Namun meski sudah ada target pelaksanaan vaksinasi bagi 150 ribu warga, hingga saat ini belum ada kepastian dari Pemerintah Pusat terkait kuota yang akan diterima oleh Kota Balikpapan.
“Untuk saat ini memang jumlah sasaran target masyarakat yang akan divaksinasi memang belum ditetapkan, yang mengatur BPJS Kesehatan,” tutupnya. (FAD)
















Discussion about this post