Balikpapan, Borneoupdate.com – Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan menyarankan program pelatihan berbasis kebutuhan industri bagi masyarakat. Langkah ini bertujuan untuk mempermudah para pencari kerja memiliki keterampilan yang sesuai dengan permintaan pasar kerja saat ini.
Ketua Komisi IV DPRD Kota Balikpapan, Gasali, mengatakan keselarasan antara keahlian pekerja dan kebutuhan pabrik sangatlah penting. Saat ini, banyak perusahaan kesulitan menemukan tenaga lokal yang memiliki sertifikasi atau kemampuan khusus.
“Koordinasi dengan pelaku usaha harus dilakukan secara berkala. Jadi jelas ada pemetaan jenis keterampilan yang dibutuhkan. Saya rasa pemerintah dapat menghasilkan tenaga kerja yang siap pakai,” ujarnya, Rabu (15/07).
Gasali menjelaskan program pelatihan konvensional yang ada sekarang perlu mendapat pembaruan. Dinas Ketenagakerjaan harus menggandeng asosiasi pengusaha, perhotelan, hingga sektor industri besar di Kota Minyak untuk menyusun materi kelas pelatihan.
DPRD menilai peningkatan kualitas sumber daya manusia ini merupakan program mendesak. Melalui program pelatihan yang tepat sasaran, para pencari kerja bisa langsung terserap ke dunia kerja sesaat setelah mereka lulus pelatihan.
“Ini mungkin yang masih luput dari perhatian. Pencari kerja kita apa sesuai kebutuhan di perusahaan. Kalau tidak tentu yang masuk bisa tenaga kerja dari daerah lain. Harusnya jadi antisipasi dan perhatian pihak OPD terkait,” jelasnya.
Menurut Gasali, investasi besar yang masuk ke Balikpapan harus membawa dampak positif langsung bagi warga lokal. Pemuda daerah jangan sampai menjadi penonton di rumah sendiri karena kalah bersaing secara kompetensi dengan pekerja luar daerah.
Untuk itu, DPRD mendorong optimalisasi peran Balai Latihan Kerja (BLK) yang ada di kota ini. Fasilitas pelatihan harus memiliki alat praktek yang modern agar sesuai dengan standar teknologi industri masa kini.
“Jangan sampai pencari kerja kita malah jadi menganggur. Itu tentu bisa jadi kerentanan sosial. Karena yang diterima justru orang dari luar daerah. Solusinya tentu di tangan pemerintah. Lewat pelatihan kerja berbasis kebutuhan industri,” tuturnya lagi.
Gasali berharap dinas terkait segera mendata sektor industri yang membuka lowongan kerja paling banyak tahun ini. Agar bisa membuat pemetaan jenis pelatihan kerja sesuai kebutuhan. Termasuk memperkuat sinergi antara pemerintah, akademisi, dan dunia usaha dalam program pengentasan pengangguran di Balikpapan. (man)

















Discussion about this post