Balikpapan, Borneoupdate.com – DPRD Kota Balikpapan mendorong pemerintah kota untuk segera menyusun regulasi yang lebih tegas. Aturan baru ini wajib mengatur rantai distribusi bahan pangan murah yang memiliki karakter gizi tinggi. Langkah strategis ini menjadi kunci utama untuk memotong jalur birokrasi pangan bagi masyarakat miskin.
Anggota Komisi IV DPRD Kota Balikpapan, Iim meminta pemerintah fokus penuh pada kemudahan akses pangan sehat di tingkat keluarga. Ia tidak ingin penanganan stunting hanya terjebak pada program seremonial pembagian biskuit. Pemerintah kota harus memastikan intervensi gizi langsung menyentuh meja makan keluarga yang membutuhkan.
“Kita perlu mengubah skema penyaluran bantuan sosial. Pemerintah harus memprioritaskan pasokan bahan segar seperti ikan, telur, dan sayuran lokal yang kaya nutrisi. Distribusi bahan pangan ini tentu harus memiliki payung hukum,” ujarnya, Selasa (03/11).
Iim menegaskan pentingnya anggaran penanganan stunting harus berputar langsung di kantong-kantong kemiskinan. Setiap rupiah dari APBD wajib berdampak nyata pada pemenuhan gizi seimbang anak-anak balita. Anggaran tidak boleh habis hanya untuk biaya rapat koordinasi atau perjalanan dinas.
“Kita harus memastikan setiap anak dari keluarga kurang mampu mendapatkan asupan protein yang cukup. Regulasi distribusi pangan murah ini akan menjadi jaminan negara perlindungan gizi mereka,” jelasnya.
DPRD, tutur Iim, juga menekankan pentingnya sistem pengawasan pangan yang terpadu di pasar-pasar tradisional. Dinas terkait harus aktif memeriksa kualitas bahan pangan murah agar bebas dari zat kimia berbahaya. Pangan murah tidak boleh berarti pangan yang berkualitas rendah atau tidak layak konsumsi.
“Jadi kami mendukung dari sisi payung hukum. Tetap isinya melibatkan semua pihak terkait. Kerja sama lintas sektor ini harus mampu menekan angka prevalensi stunting. Ini yang harus jadi fokus kita secepatnya,” tuturnya lagi.
Untuk itu, tambah Iim, DPRD mendorong pemerintah menggandeng para pelaku usaha pangan lokal. Agar turut menjaga stabilitas harga bahan bergizi. Karena pasokan yang lancar akan mencegah lonjakan harga yang sering menyulitkan daya beli warga miskin. “Pendekatan kita harus sangat manusiawi karena ini menyangkut masa depan anak-anak kita,” pungkasnya. (dan)















Discussion about this post