
Balikpapan, Borneoupdate.com – Kondisi perekonomian yang belum stabil selama masa pandemi Covid-19 ini membuat pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) semakin kesulitan berkembang. Khususnya dalam hal pemasaran hingga permodalan untuk pengembangan usaha mereka.
Wakil Ketua DPRD Balikpapan, Subari menilai pemerintah harus hadir untuk membatu sektor UMKM. Karena mereka juga terdampak dengan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dari pemerintah. Padahal sektor ini merupakan penopang perkembangan ekonomi di suatu daerah.
“Maka kami ingin mendorong pemerintah kota bersama perbankan memberi kemudahan modal usaha. Harus ada kebijakan khususnya bagi pelaku UMKM agar bisa bertahan dan bangkit saat pandemi Covid-19 ini,” ujarnya kepada wartawan, Jum’at (15/10).
Untuk itu, lanjut Subari, dirinya meminta program pinjaman lunak tanpa bunga dan agunan dari badan usaha milik daerah yang bergerak di sektor perbankan. Mengingat pandemi Covid-19 yang terjadi dalam setahun terkahir berdampak pada semua bidang kehidupan masyarakat. Tidak hanya mengancam kesehatan, virus corona juga membuat ekonomi menjadi lesu.
“Di sini perlunya intervensi pemerintah untuk pemulihan ekonomi. Kita juga bersyukur PPKM sudah di level II. Kami ingin ekonomi ini bisa kembali berjalan normal. Soalnya pemerintah daerah juga kena dampak akibat Covid-19,” tuturnya lagi.
Menurut Subari pihak perbankan tidak perlu ragu untuk membantu permodalan UMKM di masa pandemi ini. Apalagi secara umum ekonomi di Balikpapan relatif stabil meski melakukan sejumlah pembatasan di berbagai sektor. Selain itu dirinya berharap program pinjaman modal melalui program Kredit Usaha Rakyat bisa diakses dengan mudah oleh masyarakat. Sehingga program itu benar-benar membawa manfaat besar bagi pengembangan usaha masyarakat.
“Kita dorong bagaimana ke depannya agar masyarakat mudah mengakses permodalan lewat bank. Ini perlu campur tangan pemerintah daerah. Ini sangat dibutuhkan untuk mendukung percepatan pemulihan ekonomi di Balikpapan,” tambahnya. (FAD)




















Discussion about this post