
Balikpapan, Borneoupdate.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan meminta Dinas Kesehatan mampu menangkal berita hoax soal dampak vaksinasi. Sebab hingga kini cukup banyak beredar informasi seputar Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) sehingga menimbulkan penolakan terhadap vaksin di masyarakat.
Wakil Ketua DPRD Balikpapan, Subari menilai kurangnya informasi yang benar seputar vaksin dan dampak yang dialami setelah vaksinasi akan membuat penolakan di masyarakat. Padahal ini biasanya disebabkan oleh ketidakpahaman, kesalahan dan kekeliruan informasi yang menyebar dengan cepat terkait KIPI.
“Kita minta kepada dinas kesehatan untuk menyiapkan komunikasi dan sosialisasinya kepada masyarakat sebaik mungkin. Karena banyak sekali media sosial yang menyebarkan berita hoax tentang efek dari vaksin,” ujarnya kepada wartawan di DPRD Balikpapan, Ahad (05/12).
Lebih lanjut Subari meminta masyarakat untuk menahan diri jika memperoleh informasi dari sumber yang belum jelas kebenarannya serta tidak turut menyebarkannya kepada orang lain. Pasalnya informasi yang salah dapat berdampak negatif dan merugikan semua pihak. Sehingga masyarakat diminta dapat mencari informasi terkait KIPI dari lembaga yang kredibel seperti Kementerian Kesehatan maupun pemerintah setempat.
“Kalau halal kan fatwa MUI sudah menjelaskan. Termasuk juga keputusan BPOM soal vaksin. Yang efek vaksin ini yang kita minta dinas kesehatan harus banyak terjun ke masyarakat untuk menyampaikan bahwa vaksin ini relatif aman,” tuturnya.
Sementara mengenai pelaksanaan vaksinasi, tambah Subari, pihaknya sangat mengapresiasi kinerja Dinas Kesehatan. Termasuk kiprah organisasi masyarakat dalam membantu percepatan cakupan vaksinasi di kota minyak. Apalagi cakupan vaksin Covid-19 di Balikpapan merupakan yang tertinggi se Provinsi Kaltim.
“Dinas kesehatan sudah mempersiapkan hal itu. Tinggal nanti hal-hal yang kurang kita akan bantu. Kami juga sering sosialisasi pas kegiatan reses. Kita harus pastikan vaksinasi ini bisa mencapai 100%,” tambahnya. (SAN)




















Discussion about this post