
Balikpapan, Borneoupdate.com – Keterbatasan anggaran penanganan banjir membuat DPRD Kota Balikpapan meminta instansi terkait menyiapkan perencanaan prioritas. Mengingat permasalahan banjir masih menjadi pekerjaan rumah rutin tahunan yang belum terselesaikan oleh pemerintah di daerah.
Anggota Komisi III DPRD Balikpapan, Taufiq Qul Rahman mengatakan kondisi defisit yang terjadi di Balikpapan cukup berdampak terhadap anggaran penanganan banjir. Di mana dalam APBD Perubahan tahun 2021, dana yang disiapkan untuk penanggulangan banjir hanya berkisar Rp 20 miliar. Sementara hingga kini banjir masih sering melanda kawasan sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS) Ampal.
“Ini sekedar saran saja kepada dinas pekerjaan umum. Kami minta pengerukan drainase jadi prioritas. Karena saat hujan turun pasti terjadi sedimentasi yang berakibat banjir di sejumlah titik. Ini saya pikir cukup,” ujarnya, Kamis (14/10).
Usulan tersebut, lanjut Taufiq, sudah melalui pertimbangan kondisi keuangan daerah. Maka DPRD meminta mitra kerja di pemerintahan berupaya menerapkan prioritas anggaran penanganan banjir. Sehingga penggunaan pos anggaran yang tersedia bisa meminimalisir dampak banjir saat hujan deras mengguyur kota minyak.
“Penanganan banjir kan salah satu prioritas utama walikota. Itu kita dukung menyesuaikan anggaran yang ada. Jadi bisa saja dipakai pengerukan tumpukan sedimen di sejumlah drainase. Jadi saat hujan turun dampak banjir dapat diminimalisir,” tuturnya.
Taufiq memastikan persoalan banjir masih menjadi prioritas utama pemerintah setempat. Namun hal itu tetap harus mempertimbangkan ketersediaan anggaran. Apalagi kondisi keuangan pemerintah setempat masih terbatas di tengah kondisi pandemi Covid-19 yang terus berlangsung hingga kini.
“Terus terang anggaran perubahan ini banyak dikurangi, karena berdasarkan kondisi keuangan kita juga yang memang defisit. Itu ada beberapa mata kegiatan juga ikut dipangkas. Seperti anggaran penanganan banjir,” tambahnya. (FAD)




















Discussion about this post