Balikpapan, Borneoupdate.com – Pemerintah Kota Balikpapan bergerak cepat menghadapi lonjakan kasus diare akut. Dinas Kesehatan Kota Balikpapan langsung mengeluarkan surat edaran kewaspadaan bersama. Langkah ini bertujuan untuk melindungi seluruh warga dari penularan penyakit di musim kemarau.
Data Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) mencatat kenaikan angka pasien secara tajam. Pada pekan ke-34 tahun 2026, angka kasus diare akut menyentuh 524 kasus. Jumlah ini meningkat dari pekan yang sama pada tahun 2025 yang berjumlah 466 kasus. Temuan ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Alwiyati, membenarkan lonjakan data tersebut. Beliau menyebut angka ini menjadi yang tertinggi dalam lima pekan terakhir. Oleh karena itu, pemerintah meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan setiap hari.
“Kami melihat kenaikan kasus yang cukup drastis akibat pengaruh musim kemarau. Air bersih menjadi terbatas dan debu meningkat. Kami menerbitkan surat edaran agar seluruh lapisan masyarakat dan fasilitas kesehatan bersiap menghadapi situasi ini,” ujarnya, Kamis (17/09).
Alwiyati mengatakan pihaknya fokus pada tindakan pencegahan di lingkungan rumah tangga. Melalui surat edaran tersebut, warga wajib menjaga kebersihan sumber air minum. Warga juga harus mencuci tangan memakai sabun sebelum makan dan setelah beraktivitas. Lingkungan yang bersih menjadi kunci utama untuk memutus rantai penularan bakteri.
Dinas Kesehatan juga menginstruksikan seluruh Puskesmas untuk bersiaga penuh. Petugas medis siap memberikan pengobatan cepat kepada warga yang mengeluhkan gejala diare. Stok obat-obatan dan cairan penambah cairan tubuh kini dalam kondisi aman di semua fasilitas kesehatan.
“Ini tentu memerlukan keterlibatan semua pihak. Mulai dari keluarga dan lingkungan. Kader posyandu juga kami ingatkan dalam persoalan diare ini. Apalagi in ikan lagi musim kemarau. Semua kami harap bisa terjaga kesehatannya,” tuturnya lagi.
Pemerintah, tambah Alwiyati, berharap warga tidak panik dan tetap waspada. Kerja sama yang kuat antara pemerintah dan masyarakat akan mempercepat penurunan angka kasus ini. Kesehatan lingkungan rumah tangga menjadi penentu utama keselamatan warga dari ancaman penyakit diare. (ana)
















Discussion about this post