
Balikpapan, Borneoupdate.com – Masyarakat yang bermukim di kawasan ruas jalan Sudirman kembali mendatangi walikota. Mereka mempertanyakan kebijakan pemberlakuan zona tertib lalu lintas (Zero Tolerance) yang berdampak pada perekonomian warga sekitarnya. Kedatangan warga ini mendapat sambutan dari Walikota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, yang menerima mereka di lobi kantornya. Selain itu ada juga perwakilan DPRD Balikpapan yang mendampingi warga saat menyampaikan aspirasi.
Usai pertemuan, anggota DPRD Balikpapan, Fadillah mengatakan protes warga ini merupakan yang kesekian kalinya. Karena memang para warga mengeluhkan kesulitan perekonomian semenjak adanya aturan kawasan tertib lalu lintas di sepanjang jalan Sudirman. Terutama mereka yang memiliki toko di kawasan tersebut.
“Masih mau ada pembahasan bersama Kapolda Kaltim. Karena penetapan zona itu berasal dari pusat langsung. Sementara pihak daerah hanya menjalankan aturan itu,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (27/10) siang.
Keluhan warga, lanjut Fadillah, terkait aturan tilang terhadap kendaraan yang parkir di tepi jalan Sudirman. Sementara mayoritas tempat usaha yang ada tidak memiliki lahan parkir. Mengingat para warga sejak dulu sudah merelakan tanahnya sepanjang 9 meter untuk perluasan jalan umum.
“Jadi mereka tidak punya lahan parkir. Kan banyak toko yang tidak ada lahan parkirnya. Mau parkir dimana lagi. Akibatnya karena ada tilang pemilik toko kehilangan pemasukan. Ini yang mereka keluhkan ke walikota,” tuturnya lagi.
Menurut Fadillah, walikota berjanji kepada warga untuk mendapatkan solusi terkait penerapan aturan tersebut. Sehingga tidak menimbulkan kesulitan lagi bagi warganya. Apalagi pemberlakuan aturan ini memang belum dibarengi dengan ketersediaan lokasi parkir yang memadai. Sementara keberadaan gedung parkir yang disiapkan oleh pemerintah juga masih belum didukung sarana dan prasarana diantaranya untuk mobilisasi pemilik kendaraan dari gedung parkir tersebut ke tempat tinggalnya.
“Pak wali bilang pasti bela warganya. Apalagi aturan itu memang menyulitkan usaha warga. Makanya beliau sedang mencari solusi bersama kapolda. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ada kabar baik terkait hal itu,” tambahnya. (FAD)




















Discussion about this post