Balikpapan, Borneoupdate.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan menyayangkan penundaan pembangunan sekolah di tahun 2021 akibat kondisi anggaran yang tidak mencukupi. Sebab pihak DPRD menilai kegiatan penambahan ruang belajar setiap tahun oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Balikpapan bukan merupakan solusi atas permasalahan masih kurangnya infrastruktur pendidikan di kota minyak.
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Balikpapan, Iwan Wahyudi mengatakan pihak DPRD bisa memaklumi penyebab penundaan pembangunan sekolah tingkat SD dan SMP yang rencananya direalisasikan tahun ini. Namun secara khusus lembaga legislatif mendorong pemerintah kota lebih memberdayakan keberadaan sekolah swasta untuk mencukupi kebutuhan infrastruktur pendidikan.
“Keberadaan sejumlah sekolah swasta seharusnya dipandang sebagai mitra bagi pemerintah dalam pemenuhan kebutuhan pendidikan masyarakat. Jadi tidak terbatas hanya bangun sekolah untuk memenuhi animo masyarakat,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (02/02).
Untuk saat ini, lanjut Iwan, jumlah sekolah negeri memang belum sebanding dengan pendaftar yang masuk setiap tahunnya sehingga dipastikan ada yang tidak tertampung. Dengan kondisi itu seharusnya pemerintah setempat lebih fokus pada pembinaan sekolah swasta yang dinilai kurang produktif agar dapat menjadi alternatif bagi masyarakat dalam mendapatkan fasilitas pendidikan.
“Persoalan ini sebenarnya klasik karena berulang setiap tahunnya. Sebenarnya bisa saja dianggarkan subsidi bagi siswa yang bersekolah di swasta. Jadi pemerintah bisa menghemat penggunaan anggaran dibanding membangun sekolah baru,” tuturnya.
Iwan menilai kemitraan produktif antara dinas pendidikan dengan pengelola sekolah swasta justru lebih efektif dibanding mengeluarkan anggaran infrastruktur. Dengan begitu rencana pemerintah daerah untuk menambah ruang belajar di sekolah negeri, sebenarnya belum menjadi solusi persoalan kurangnya bangunan sekolah di kota ini.
Di sisi lain politisi PPP ini juga mengakui, jumlah sekolah di Kota Balikpapan saat ini memang belum mencukupi, lantaran sebagian besar sekolah masih terpusat di tiga kecamatan di wilayah perkotaan yakni kecamatan Balikpapan Kota, Selatan dan Tengah. Sedangkan untuk tiga kecamatan lainnya seperti Balikpapan Barat jumlah sekolah negeri masih terbatas, apalagi wilayah Balikpapan Timur dan Utara yang berada di pinggiran kota. (FAD)




















Discussion about this post