Balikpapan, Borneoupdate.com – DPRD Kota Balikpapan mendorong pemerintah setempat memfasilitasi peningkatan kualitas pendidikan para guru di seluruh sekolah. Langkah strategis ini fokus menyasar para guru yang belum mencapai jenjang Strata Satu (S-1). Upaya ini dalam rangka peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor pendidikan daerah.
Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Balikpapan, Muhammad Hamid menilai guru merupakan kunci utama dalam mencetak generasi muda berkualitas. Penguatan kompetensi para guru secara otomatis akan menaikkan mutu proses belajar mengajar di dalam kelas. Peningkatan kualitas mengajar ini yang akan berpengaruh pada wajah pendidikan di Kota Minyak.
“Laporan yang kami terima masih ada guru pengajar di bawah jenjang sarjana. Alasannya karena keterbatasan biaya. Ini harus jadi perhatian bersama. Perlu ada intervensi kebijakan meringankan beban finansial guru,” ujarnya, Selasa (14/07).
Hamid menyebut investasi pada kualitas guru merupakan investasi jangka panjang yang paling berharga bagi daerah. Guru yang memiliki wawasan luas akan melahirkan murid-murid berprestasi yang siap membangun kota pada masa depan. Oleh karena itu, pemerintah daerah wajib menyediakan program beasiswa khusus atau kelas karyawan yang fleksibel.
Dukungan ini, lanjutnya, diharapkan memicu semangat bagi para guru untuk kembali ke bangku kuliah. Mereka dapat menyerap ilmu pedagogi modern dan metode pengajaran digital yang berkembang sangat pesat saat ini. Peningkatan kompetensi tenaga pendidik di Balikpapan pun akan terus bergerak naik menuju standar nasional yang ideal.
“Kami berharap seluruh guru memiliki kualifikasi minimal Strata Satu atau S1. Bagi guru yang masih berkualifikasi diploma, pemerintah kota perlu memberikan dukungan agar mereka dapat melanjutkan pendidikan,” jelas politisi PKB tersebut.
Menurut Hamid Dinas Pendidikan perlu segera mendata jumlah guru diploma yang aktif mengajar. Data akurat tersebut akan menjadi dasar penyusunan anggaran bantuan dana pendidikan pada tahun depan. Dewan siap mengawal alokasi anggaran ini agar tepat sasaran bagi guru yang benar-benar membutuhkan bantuan.
“Kan di sini sudah ada universitas lokal yang punya jurusan guru. Tinggal buka kerjasama kelas khusus saja. Intinya kewajiban mengajar tetap tertunaikan. Lalu kualitas guru meningkat seiring penambahan jenjang pendidikan,” tambahnya. (ane)
















Discussion about this post