
Balikpapan, Borneoupdate.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan meminta pemerintah mengurangi pemberitaan seputar Covid-19 yang menimbulkan kepanikan di masyarakat. Sebab hal itu sudah memberikan dampak pada psikologis masyarakat yang turut memicu penambahan kasus positif Covid-19 di kota minyak.
Anggota Ketua Komisi IV DPRD Balikpapan, Ardiansyah mengatakan pemerintah setempat memiliki kewajiban untuk meredam pemberitaan yang menakutkan bagi masyarakat. Terutama berita seputar kasus positif dan kematian akibat Covid-19. Mengingat dalam menangani wabah Covid-19 ini juga harus ada ketenangan yang bisa diberikan oleh pemerintah.
“Yang membuat Covid-19 ini semakin banyak karena psikologis kita diserangnya dan imun kita semakin turun. Seharusnya pemerintah mengeluarkan berita-berita yang membuat masyarakat merasa aman bukan sebaliknya,” ujarnya saat ditemui di kantor DPRD Balikpapan, Selasa (14/07).
Untuk itu, Ardiansyah menyarankan kepada pemerintah agar lebih sering membuat pemberitaan seputar kesembuhan pasien Covid-19. Dirinya meyakini berita seputar kesembuhan akan menaikkan imun masyarakat. Termasuk mencegah mereka dari kekhawatiran berlebihan di masa pandemi yang bisa mempengaruhi kondisi kesehatannya.
“Seharusnya yang dishare itu berita soal kesembuhan sekian persen. Kan tingkat kesembuhan juga tinggi. Jangan juga berita orang meninggal dan orang tertular saja. Supaya imun kita meningkat dan masyarakat tidak terlalu khawatir,” tutur politisi asal PPP ini.
Ardiansyah juga sepakat dengan kebijakan protokol kesehatan sebagai upaya pemerintah dalam mencegah penularan Covid-19. Namun dirinya belum sepakat jika cara penyampaiannya menimbulkan ketakutan terhadap masyarakat. Apalagi PPKM darurat yang diberlakukan pemerintah semakin membuat perekonomian masyarakat tertekan.
“Saya sangat menyayangkan hal ini terjadi. Meski niatnya supaya masyarakat waspada. Bukan begitu caranya menurut saya. Itu malah membuat masyarakat semakin takut. Kasian dong masyarakat. Harusnya kan dibangkitkan semangatnya mereka,” tambahnya. (FAD)




















Discussion about this post