
Balikpapan, Borneoupdate.com – DPRD Kota Balikpapan mengusulkan pembukaan pembelajaran secara tatap muka (PTM) pada Januari 2022 mendatang. Hal itu untuk mempermudah para siswa mempersiapkan protokol kesehatan di tengah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 yang masih berlangsung. Padahal dalam sebulan terakhir, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Balikpapan sudah menurun drastis.
Anggota Komisi IV DPRD Balikpapan, Ardiansyah mengatakan pengunduran kegiatan PTM jelas menimbulkan kebingungan di masyarakat. Terutama pada siswa dan orang tua yang menginginkan bersekolah seperti biasa. Meski pemerintah belum memberikan izin PTM secara resmi terkait dampak PPKM yang terus berlanjut.
“Kami masih cari waktu yang tepat untuk bertemu disdik insya Allah secepatnya. Kita perlu bahas bagaimana membuat kegiatan pembelajaran yang kembali daring ini tidak membosankan bagi siswa dan orang tuanya,” ujarnya kepada wartawan, Jum’at (01/10).
Menurut Ardiansyah pihak disdik tetap harus melakukan sejumlah persiapan agar pelaksanaan kegiatan belajar saat PTM bisa berjalan secara maksimal. Diantaranya menyangkut upaya pemerintah memberikan vaksin Covid-19 kepada pelajar. Termasuk membantu penyediaan kuota bagi siswa dan tenaga pendidik atau guru yang maskih belajar mengajar secara daring.
“Intinya percepatan vaksinasi pelajar terlebih dahulu sebagai bentuk perlindungan kepada siswa yang akan PTM. Mengingat para guru sudah mendapatkan vaksin terlebih dahulu. Jadi nanti bisa mencapai kekebalan kelompok (Herd Imunnity),” tuturnya lagi.
Secara terpisah, Walikota Balikpapan, Rahmad Mas’ud mengatakan pihak pemerintah tentu memiliki pertimbangan terhadap dampak jika PTM dipaksakan segera terlaksana. Terutama terkait persentase vaksinasi di kalangan pelajar yang masih di bawah 50%.
“Secara pribadi dirinya menginginkan PTM segera digelar. Mengingat cukup banyak orang tua yang menyampaikan hal itu melalui pesan pribadi maupun media sosial. Saya sampaikan saya juga ingin dibuka langsung sekaligus. Tapi anak kita belum 100% dapat vaksin,” jelasnya.
Namun faktanya, tambah Rahmad, penurunan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Balikpapan tidak serta merta menurunkan status PPKM yang berada di level 4. Kota ini sesuai instruksi Kementerian Dalam Negeri masih berstatus level 4 hingga 4 Oktober 2021 mendatang.
“Alhamdulillah trennya di Balikpapan turun. Tapi dari kementerian level kita belum turun. InsyaAllah kita lihat sampai tanggal 4 kalau kasus harian di bawah 50 semoga berubah levelnya. Jadi bisa kita menggelar pembelajaran tatap muka (PTM),” tambahnya. (FAD)




















Discussion about this post