
Balikpapan, Borneoupdate.com – DPRD Kota Balikpapan menilai produk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) termasuk berkualitas dan mampu bersaing dengan daerah lain. Namun peran pemerintah dalam membantu promosi produk lokal ini masih perlu peningkatan. Terutama di masa pandemi Covid-19 yang mewajibkan semua beralih ke era digital.
Ketua Komisi II DPRD Balikpapan, Haris mengatakan UMKM merupakan salah sektor yang terdampak cukup berat saat Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Padahal produk UMKM khususnya cemilan mendapat respon positif dari konsumen dan menjadi oleh-oleh khas kota minyak.
“Memang kurang promosi. Coba kita lihat di media sosial. Semua produk luar daerah berlomba promosi. Bagaimana dengan UMKM kita. Itu pemerintah perlu juga buat tim medsos yang mendampingi UMKM dalam promosi produknya,” ujarnya baru-baru ini.
Menurut Haris ada banyak oleh-oleh khas Balikpapan yang layak jual. Seperti abon kepiting, amplang rumput laut, amplang kuku macan, peyek kepiting dan lainnya. Secara kualitas dan pengemasan sudah bagus karena ada pelatihan dari satuan kerja setempat. Tinggal penguatan promosi untuk meningkatkan volume pembelian dari konsumen.
“Soal variasi produk tidak perlu ragu lagi. Banyak juga oleh-oleh snack dari Balikpapan. Tapi kita ingin pembeli tidak terbatas orang lokal saja. Kalau bisa orang yang datang kesini pas pulang jelas membawa produk khas UMKM kita,” tuturnya lagi.
Selain itu, Haris berharap OPD terkait dapat membantu para pelaku UMKM untuk meningkatkan promosi produk-produk mereka. Karena ada banyak UMKM yang potensial. Namun kurangnya promosi berakibat banyak yang mengalami kesulitan dalam pemasaran produknya.
“Saya pikir produk UMKM kita tidak kalah dengan produk luar. Intinya pada pemasaran. Soal produksi dan kualitas sebenarnya sudah memadai. Kalau kurang promosi yang mungkin kurang juga pembelinya,” tambahnya. (SAN)




















Discussion about this post