Balikpapan, Borneoupdate.com – Penurunan jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang menjalani perawatan isolasi di rumah sakit Kanudjoso Djatiwibowo Balikpapan dalam beberapa pekan terakhir membuat manajemen rumah sakit plat merah ini mengurangi jumlah ruang isolasi. Sebelumnya RSKD milik Pemprov Kaltim ini menyediakan tiga blok ruang isolasi bagi pasien Covid-19 sejak awal masa pandemi.
Direktur Utama Rumah Sakit Kanujoso Djatiwibowo (RSKD) dr. Edy Iskandar mengatakan penutupan itu dilakukan seiring dengan penurunan jumlah pasien yang ditangani RSKD Kota Balikpapan dalam beberapa pekan terakhir ini. Mengingat berdasarkan rilis satgas Covid-19 Kota Balikpapan jumlah kasus terkonfirmasi positif harian sudah menurun sejak bulan Oktober lalu.
“Dengan kondisi jumlah pasien yang terus menurun, saat ini 2 Blok kamar tidur sudah kami tutup, karena sudah tidak ada pasiennya,” ujarnya ketika diwawancarai wartawan.
Menurut Edy, awalnya RSKD menyediakan sebanyak 3 blok ruang isolasi bagi pasien COVID-19. Kapasitas dari tiga blok tersedia tersebut mencapai 100% lebih. Karena jumlah pasien yang ditangani terus menurun, maka RSKD telah menutup dua blok ruang isolasi karena sudah tidak ada lagi pasien yang masuk.
“Mulai pekan ini, sudah kami tutup. Karena trens kasus Covid-19 di Kota Balikpapan yang terus melandai, maka jumlah pasien yang masuk ke RSKD juga menurun. Bahkan statusnya sudah oranye,” jelasnya.
Saat ini, jumlah pasien yang ditangani oleh RSKD Kota Balikpapan tercatat hanya tinggal menangani 26 pasien yang dirawat di ruang isolasi dan yang dirawat di ICU itu hanya 4 orang.
“Situasi saat ini untuk penanganan kasus pasien covid-19 di rumah sakit sudah mulai melandai, dan kita berharap jumlah kasus di Kota Balikpapan terus menurun dan Balikpapan bisa menjadi kota dengan jumlah kasus terendah di wilayah Kalimantan Timur dan akhirnya bisa terbebas dari ancaman pandemi Covid-19,” tambahnya. (FAD)
















Discussion about this post