
Balikpapan, Borneoupdate.com – Pemerintah pusat mengeluarkan wacana perubahan skema BPJS Kesehatan pada tahun 2022. Hal itu sesuai amanat dari undang-undang (UU) No.40 Tahun 2004 tentang sistem jaminan sosial nasional pasal 23 ayat 4. Pasal itu menyebutkan tentang pelayanan di rumah sakit berdasarkan kelas standar. Sehingga pemerintah berencana mengganti kelas 1,2 dan 3 dalam BPJS Kesehatan dengan kelas standar.
Menyikapi hal ini, Ketua Komisi IV DPRD Kota Balikpapan, Muhammad Taqwa mengatakan pihaknya akan menunggu informasi resmi terkait perubahan sistem tersebut. Meski secara umum perubahan kebijakan tersebut akan menghilangkan perbedaan kelas dalam akses layanan kesehatan bagi pengguna kartu BPJS.
“Ada wacana pemerintah pusat mengubah lagi pola BPJS Kesehatan. Kalau kemarin kan ada BPJS kelas 1, 2 dan 3. Saya sudah dapatkan informasi tentang itu. Jadi ada rencana mengubah lagi skema itu,” ujarnya kepada wartawan, Ahad (03/10).
Penerapan kebijakan itu, lanjut Taqwa, kemungkinan berlaku secara bertahap paling lambat tahun 2022 dan akan berlangsung selama 3 tahun. Dimana BPJS Kesehatan yang bertugas mengubah sistem kepesertaan dan fasilitas kesehatan bagi para pesertanya hingga tahun 2025. Termasuk kepada rumah sakit yang bekerjasama melayani pasien pengguna kartu BPJS.
“Jadi tidak ada kelas. Tidak ada lagi diskriminasi. Seperti cerita pasien umum yang lebih didahulukan ketimbang pasien BPJS.Tentu ini akan berpengaruh lagi dengan komposisi peserta BPJS yang sudah ada. Informasinya kebijakan ini sudah mau dilaunching oleh pemerintah,” tuturnya lagi.
Menurut Taqwa inti dari perubahan menjadi kelas standar adalah memastikan peserta BPJS Kesehatan mudah mengakses tempat tidur atau ruang perawatan. Jadi bukan hanya mengubah regulasi, tapi juga sistem dan pola pikir untuk keadilan layanan kesehatan bagi peserta BPJS.
“Mudah-mudahan apa yang menjadi perubahan ini bisa bermanfaat bagi masyarakat. Nanti pihak BPJS dan dinas kesehatan lah yang menjelaskan kepada warga saat aturan ini diberlakukan. Secara teknis mereka lebih tahu,” tambah politisi asal Gerindra Balikpapan ini. (FAD)




















Discussion about this post