Balikpapan, Borneoupdate.com – DPRD Kota Balikpapan menyoroti persoalan pelayanan air bersih warga. Pihak warga menyampaikan laporan gangguan yang terjadi selama dua pekan terakhir. Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) menyebut umur pipa distribusi sebagai alasan utama hambatan pasokan air tersebut.
Sekretaris Komisi II DPRD Balikpapan, Taufik Qul Rahman, meminta manajemen PTMB segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi persoalan yang terus berulang ini. Ia mengakui kondisi pipa induk saat ini memang sudah sangat tua dan rentan bocor. Korosi dan tekanan air tinggi membuat pipa sering pecah mendadak.
“Usia pipa induk yang ada hampir 40 tahun. Makanya kami terus minta instansi terkait evaluasi layanan air bersih. Pihak perusahaan kini tengah melakukan penggantian jaringan pipa secara bertahap. Tapi kami ingin perlu percepatan,” ujarnya, Senin (13/07).
Taufik menyebut masyarakat selaku konsumen berhak mendapatkan hak pelayanan air secara maksimal. Karena warga rutin membayar tagihan setiap bulan tanpa keterlambatan. Namun hingga kini, pemerintah kota dan PTMB belum memberikan solusi jangka panjang yang cepat dan terukur.
Komisi II, lanjutnya, sudah berulang kali menggelar rapat koordinasi bersama jajaran direksi PTMB. Bahkan juga sudah mendapatkan gambaran langsung peta jalan pembenahan instalasi air. Tinggal proses pelaksanaan di lapangan saja yang menyesuaikan kemampuan keuangan daerah.
“Kami ingin memastikan anggaran daerah untuk penyertaan modal terserap dengan tepat guna. Khususnya pada penggantian pipa distribusi. Itu yang bisa jadi solusi jangka panjang bagi kita,” jelas politisi PKB Balikpapan ini.
Menurut Taufik, pihak PTMB menyatakan komitmen penuh untuk menyelesaikan keluhan pelanggan secara cepat. Petugas teknis di lapangan terus bekerja 24 jam memantau titik kebocoran baru. Mereka juga mengatur aliran air secara bergilir untuk wilayah yang terdampak parah.
Secara umum, DPRD Kota Balikpapan mendukung penuh langkah perbaikan infrastruktur vital ini secara menyeluruh. Termasuk meminta semua pihak bersinergi mengawasi proyek penggantian jaringan pipa distribusi. Mengingat koordinasi yang baik akan mempercepat penyelesaian target penanaman pipa baru di jalan protokol.
“Kami harap peremajaan pipa ini bisa menyeluruh. Pihak PTMB juga harus punya sistem deteksi dini kebocoran air. Jadi bisa memotong waktu penanganan gangguan sebelum berdampak luas,” tambahnya. (san)
















Discussion about this post