Balikpapan, Borneoupdate.com – DPRD Kota Balikpapan terus mengawal rencana penambahan kapasitas distribusi air bersih warga. Program strategis ini menyasar ribuan masyarakat di wilayah Kecamatan Balikpapan Barat. Pemerintah daerah merencanakan pasokan tambahan sebesar 50 liter per detik untuk memenuhi kebutuhan harian rumah tangga.
Hingga saat ini, kata Sekretaris Komisi II, Taufik Qul Rahman, warga setempat masih menunggu realisasi nyata program sosial tersebut. Meski proyek air bersih ini ternyata masih menghadapi beberapa kendala teknis yang cukup krusial di lapangan. Manajemen Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) masih menyusun kajian investasi secara mendalam.
Selain itu, kesiapan jaringan pipa induk juga menjadi faktor penentu utama kelancaran program sosial ini. Pipa penunjang harus memiliki ketahanan tinggi untuk menahan peningkatan volume pasokan air yang mengalir. Tanpa kesiapan pipa yang matang, penambahan kapasitas air justru bisa memicu kebocoran baru di sepanjang jalur distribusi.
“Yang jelas kami dukung program pemerintah ini. Karena ini berkaitan langsung dengan hajat hidup orang banyak. Kita semua tahu pasokan air bersih masih jadi keluhan warga. Itu sering kami dapatkan dari reses dan dialog bersama warga,” ujarnya, Senin (13/07).
Taufik menyebut warga Balikpapan Barat cukup kesulitan mendapatkan akses air bersih yang layak dan rutin. Masalah sosial ini terasa semakin berat bagi keluarga kurang mampu di pemukiman padat penduduk. Keterbatasan ekonomi membuat mereka tidak berdaya membeli air tandon swasta yang harganya terus melambung tinggi. Kondisi ini dirasakan hampir secara merata oleh warga di sana. Mulai dari kawasan perbukitan hingga pemukiman atas air di Balikpapan Barat.
“Warga kami di kawasan perbukitan sulit memenuhi kebutuhan air bersih. Kami sangat mengharapkan percepatan program 50 liter per detik ini bisa cepat terealisasi,” jelas wakil rakyat dari daerah pemilihan Balikpapan Barat tersebut.
Menurut Taufik, pihak DPRD akan meminta laporan progres penyusunan kajian investasi tersebut. Dewan tidak ingin hambatan administrasi internal menghambat hak kesejahteraan masyarakat luas. Kecepatan kinerja manajemen BUMD menjadi kunci utama dalam penyelesaian krisis air bersih menahun ini.
“Pihak PTMB sudah turun ke lapangan melakukan kajian. Warga tentu inginnya cepat jadi. Soalnya ini kan bagian dari kebutuhan primer. Apalagi sekarang sedang musim kemarau. Air baku bisa menipis dan pasokan tambah sulit,” tambahnya. (san)
















Discussion about this post